Hai sobat, kali ini kita akan membahas salah satu teori yang sampai saat ini masih hangat diperbincangkan yaitu tentang siapa sih sebenarnya pusat tata surya kita? Ada beberapa teori dari para ahli. Teori pertama dikemukaan Ptolameus yaitu teori Geosentris. Teori ini menyatakan bahwa pusat tata surya adalah bumi. Teori ini didasarkan pada gerak semu (apparent motions) planet, bulan, dan matahari yang dikembangkan sekitar tahun140 sebelum masehi. Jadi, seakan-akan bintang, planet dan mataharilah yang mengitari bumi.

Teori tersebut muncul karena zaman dulu belum didukung alat alat yang canggih dan memadai jadi hanya didasarkan pada observasi, bahkan sebelumnya muncul juga teori bahwa bumi itu datar, kotak dan lain sebagainya. Kalau bumi datar atau kotak ngeri juga ya guys hehe.. Tapi teori itu perlahan hilang karena munculnya teori Geosentris ini. Namun, teori ini dapat dibantah karena sulit dibuktikan adanya fenomena retrogesi atau gerak balik periodik planet pada bumi. Ya....bisa dbilang bumi bergerak mundur gitu tapi, bukan maju mundur cantik ya guys! hehe.

Kemudian sekitar abad ke-16 muncul teori yang sangat bertolakbelakang dengan teori geosentris. Teori ini dikemukakan oleh Nicolaus Copernicus. Nah, teori ini disebut heliosentris yaitu teori yang menyatakan bahwa pusat tata surya adalah matahari. Jadi matahari sebagai pusat peredaran tata surya yang dikelilingi oleh planet lain termasuk bumi. Teori ini kemudian di jabarkan oleh Johanes Kepler. Pada teori ini juga dapat dijelaskan adanya gerak mundur semu dalam peredaran planet-planet dengan menggunakan konsep gerak relatif antara bumi dan planet-planet lain yangbergerak disekitar matahari dengan kecepatan sudut putar yang berbeda-beda. Sehingga, muncul hukum I, II, dan III kepler yang kita pelajari di kelas XI.

Namun, teori heliosentris juga memiliki beberpa kelemahan yaitu ditemukan fakta bahwa bintang-bintang tidak berputar mengelilingi Matahari, dan yang kedua, lintasan orbit planet-planet bergerak mengelilingi Matahari bukan berupa lingkaran (sirkular).

Kesimpulan bahwa lintasan planet-planet bukan lingkaran diambil karena berdasarkan fakta ternyata jarak suatu planet ke Matahari periode revolusinya tidaklah tetap, melainkan berubah-ubah, kadang- kadang menjauh kadang-kadang mendekat. Hal ini tidak akan terjadi jika lintasan edar planet mengitari matahari berupa lingkaran (Tjasyono, 2006). Mmm.....Jadi siapa ya pusat tata surya kita?